RSS Feed
Welcome
image

Erna Yuliyanti


me time ...
Cek Nama Domain

Cek Nama Domain ?

PADA SUATU HARI, ADA IBU DAN RADIAN

Host :

Helo sl … kembali kita bersama dalam Book of the Week, yg akan merekomendasikan buku – buku pilihan untuk Anda nikmati.

Sl, kalau Anda menyukai cerpen, buku ini pas sekali untuk Anda. Kumpulan Cerpen Kompas pilihan 2009 dengan judul pilihan Pada suatu Hari, ada Ibu dan Radian dan diterbitkan oleh Kompas. Kumpulan cerpen seperti apa saja yang ada di dalamnya , kita dengarkan penjelasan Ibu Diana Rosianti.

 

Dr :

Okey sl, minggu ini kita akan mengulas kumpulan cerpen keluaran Kompas yang diterbitkan sepanjang tahun 2009. Mungkin banyak yang sudah melupakan tentang seni menulis di era blacberry ini. Namun Anda akan mengalami keasyikan tersendiri saat tenggelam di dalamnya, dan dapat merasakan betul bahwa cerpen memang berbeda. Ada sesuatu yang menggelitik tanpa harus kita berpanjang – panjang bertanya tentang akhir kisahnya. Dan berbicara tentang isi cerpen – cerpen yang ada dalam buku ini, setidaknya masih menyisakan kabar gembira, yakni bahwa imajinasi belum mati di negeri ini.

 

Host :

Sekarang kita ke judul bukunya Bu, pada suatu hari ada Ibu dan Radian. Ini adalah salah satu judul cerpen atau rangkuman dari tema buku

 

Dr :

Tema dan judul cerpen di dalam buku ini beragam. Sedangkan Pada suatu hari, ada Ibu dan Radian merupakan salah satu cerpen yang ditempatkan di awal buku. Menurut saya, cerpen karya Avianti Armand ini layak diletakkan di awal kisah, karena ceritanya yang bisa menorehkan luka bagi siapa saja yang mengalami kekerasan berkepanjangan. Tiak terkecuali terhadap seorang anak yang selama ini tanpa kita sadari hanya menjadi penonton. Sisi psikologi kita diajak untuk berpikir dari sudut pandang si anak dengan latar  belakang penderitaan sang Ibu. Dan jika hal ini terjadi berulang – ulang, Andapun tak akan bisa menduga apa yang bisa dilakukan seorang anak terhadap jalan pikirannya sendiri.

 

Host :

Jadi itu merupakan salah satu judul dari cerpen. Bagaimana kualitas dari cerpen – cerpen yang lain.

 

Dr :

Yang pasti kita tidak akan kebosanan membacanya sebab tema yang diangkat variatif, seperti kisah keseharian namun diramu dalam tulisan yang membuat kita kadang berpikir lagi untuk menelaah kisah tersebut lebih lanjut.

Kita ambil cerpen yang berjudul Menanti Kematian. Sejak awal dikisahkan Budiman yang ditinggalkan istri karena terlilit hutang harus menerima keadaan bahwa Ayahnya juga terkena stroke. Ada sebuah pekerjaan di luar negeri yang menjanjikan gaji namun harus dibayar dengan meninggalkan ayahnya yang masih tak sadarkan diri. Dengan berperang melawan kehendak hati ingin tetap di samping ayahnya atau meninggalkan demi membayar hutang, Budiman di sini digambarkan semakin galau. Kita akan dibawa ke keadaan bahwa ayahnya kian hari kian dekat dengan ajal. Tapi Tuhan Maha Berkehendak sehingga saat cerpen ini berakhir, sebenarnya kita masih penasaran dan harus ada penjelasan lebih lanjut tentang kondisi ayahnya yang tidak ada perubahan.

 

Host :

Jadi kita tidak tahu siapa yang menanti kematian, begitu setidaknya ya, Bu. Okey, di sini juga ada cerpen menarik lainnya yang berjudul Taman Ewood. Bercerita tentang indahnya senja.

 

Dr :

Betul, itu adalah kisah menarik lainnya dalam buku ini. Kisah pertemuan dua orang yang sangat menikmati menghabiskan sore di taman Ewood. Setiap sore mereka melihat senja yang berbeda di sana sehingga orang – orang yang berkunjung tak jarang mengabadikan moment tersebut. Di sini kita bisa melihat, seseorang bisa melakukan hal yang tidak masuk akal hanya untuk bersenang – senang.   Kemudian cerita tentang Blarak atau dalam bahasa Jawa berarti daun kelapa. Kesederhaan yang ada di dalamnya tidak dibuat – buat dan lekatan memori seseorang tentang masa lalu juga

Lalu apakah penulis cerpen – cerpen ini berlatar belakang psykologi ? Bukan sl, mereka berasal dari latar belakang yang berbeda namun memikili imajinasi yang tak terbatas untuk mengangkat sesuatu yang sederhana.

 

Host :

Ada sedikit bocoran untuk Anda pencinta kucing, Anda mungkin tak akan percaya dengan apa yang ditulis Rama Dira dalam cerpen berjudul Kucing Kiyoko. Berkolerasi dengan profesi tokoh utama, namun terasa mengenaskan pada akhirnya mengingat kita tidak pernah tahu isi kepala seseorang tentang binatang yang kita pikir adalah peliharaannya. Ada hal lain yang perlu disounding tentang buku ini, Bu ?

 

Dr :

Karena buku ini merupakan kumpulan cerpen yang sebelumnya diterbitkan di Kompas yang biasanya juga disertai ilustrasi, maka ilustrasinya juga dihadirkan dalam buku ini. Sangat tegas dan lugas, ilustrasi yang ada di dalamnya akan menggugah kita untuk melihat seni dari sisi yang berbeda.

 

Host :

Baik sl, demikian tadi penjelasan Ibu Diana tentang Cerpen Kompas Pilihan 2009. Kita berharap akan selalu lahir penulis – penulis berbakat, yang akan menulis dengan keindahan dan jiwa yang lebih berkembang.

Saya … kita jumpa lagi minggu depan.

 

Thu, 19 Aug 2010 @11:49


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 8+7+7

Komentar Terbaru


Arsip



Copyright © 2014 sayaerna.com · All Rights Reserved